Open Port Server
Port minimum yang biasa dibutuhkan LMS.
Open ports yang dibutuhkan
Setelah UFW terinstall, langkah berikutnya bukan langsung mengaktifkan firewall, tetapi membuka hanya port yang memang dibutuhkan. Ini penting supaya saat firewall di-enable, server tetap bisa diakses untuk layanan yang memang kita perlukan, dan tetap tertutup untuk layanan yang tidak perlu.
Kenapa port harus dibuka dulu sebelum enable UFW?
Karena UFW bekerja dengan aturan akses. Kalau Anda mengaktifkan firewall sebelum membuka port penting seperti SSH, maka koneksi ke server bisa langsung terblokir. Itulah sebabnya lesson ini datang sebelum lesson enable firewall.
Sesuai pola course ini: gunakan user deploy
Mulai tahap ini, kita tetap mengikuti pola course sebelumnya: bekerja sebagai user deploy lalu memakai sudo saat perlu hak administratif.
Port minimum yang biasanya dibutuhkan LMS
Untuk skenario LMS seperti course ini, port minimum yang paling umum adalah:
- Port SSH — untuk login ke server. Dalam contoh course ini kita memakai port
2222, tetapi sesuaikan dengan port SSH yang benar-benar Anda pakai. - Port 80 — untuk HTTP.
- Port 443 — untuk HTTPS.
Contoh membuka port yang dibutuhkan
sudo ufw allow 2222
sudo ufw allow 80
sudo ufw allow 443
Kalau server Anda memakai port SSH yang berbeda, misalnya 2203, maka gunakan port yang sesuai:
sudo ufw allow 2203
Prinsip penting: buka hanya yang perlu
Jangan membuka terlalu banyak port tanpa alasan yang jelas. Semakin banyak port dibuka, semakin besar permukaan akses dari internet. Jadi pendekatan yang sehat adalah: buka hanya port yang memang dipakai.
Cara melihat port yang sudah dibuka di UFW
Setelah menambahkan rule, Anda bisa melihat daftar rule UFW dengan command berikut:
sudo ufw status
Kalau ingin tampilan yang lebih detail dan bernomor, gunakan:
sudo ufw status numbered
Contoh hasilnya bisa seperti ini:
Status: active
To Action From
-- ------ ----
2222 ALLOW Anywhere
80 ALLOW Anywhere
443 ALLOW Anywhere
Kalau UFW belum di-enable, apakah rule tetap bisa ditambahkan?
Ya, bisa. Ini justru workflow yang aman. Kita bisa menambahkan dulu semua rule yang dibutuhkan, lalu baru mengaktifkan firewall setelah semuanya siap.
Cara membaca hasil ufw status
- To = port atau service tujuan
- Action = apakah diizinkan atau ditolak
- From = asal koneksi, biasanya
Anywhere
Cara memastikan port SSH yang benar-benar dipakai
Sebelum membuka port SSH di UFW, pastikan Anda benar-benar tahu port SSH aktif yang sedang dipakai server. Jangan asal menebak. Kalau Anda sudah mengganti port SSH sebelumnya, maka port itulah yang harus di-allow.
Misalnya:
- Kalau SSH masih di port default: buka
22 - Kalau SSH sudah dipindah: buka port baru tersebut, misalnya
2222atau2203
Contoh skenario yang aman
- Login ke server sebagai
deploy - Tambahkan rule untuk port SSH yang aktif
- Tambahkan rule untuk HTTP dan HTTPS
- Cek ulang rule dengan
sudo ufw status - Baru lanjut ke lesson enable firewall
Kalau salah membuka port, bagaimana mengeceknya?
Gunakan:
sudo ufw status numbered
Dengan tampilan bernomor, Anda akan lebih mudah meninjau rule mana yang aktif. Ini sangat membantu sebelum firewall di-enable.
Kesalahan umum yang perlu dihindari
- Membuka port SSH yang salah
- Lupa membuka port SSH sebelum enable firewall
- Mengira semua server selalu memakai port 22
- Membuka terlalu banyak port tanpa kebutuhan yang jelas
- Tidak mengecek ulang hasil rule dengan
ufw status
Command inti lesson ini
sudo ufw allow 2222
sudo ufw allow 80
sudo ufw allow 443
sudo ufw status
sudo ufw status numbered
Kesimpulan lesson ini
Sebelum firewall diaktifkan, port yang dibutuhkan harus dibuka lebih dulu. Untuk LMS, port minimum yang paling umum adalah port SSH, HTTP, dan HTTPS. Setelah rule dibuat, biasakan selalu mengeceknya kembali dengan sudo ufw status atau sudo ufw status numbered agar kita benar-benar tahu port mana yang sudah dibuka.
Setelah semua rule dasar siap, barulah kita aman masuk ke lesson berikutnya: mengaktifkan firewall.