Enable UFW
Mengaktifkan firewall Ubuntu.
Enable firewall
Setelah rule port selesai disiapkan, langkah berikutnya adalah mengaktifkan firewall. Pada course ini, firewall yang kita pakai adalah UFW.
Apa itu firewall?
Firewall adalah lapisan pengaman jaringan yang membantu mengontrol koneksi masuk dan keluar dari server. Dummy paling mudahnya: kalau server adalah rumah, maka firewall adalah satpam di pintu gerbang yang memeriksa siapa yang boleh masuk dan lewat pintu mana.
Dalam konteks VPS, firewall membantu menentukan port mana yang boleh diakses dari internet dan mana yang harus ditutup.
Fungsi firewall di VPS
- Membatasi akses hanya ke port yang memang dibutuhkan
- Mengurangi permukaan serangan dari internet
- Membuat konfigurasi akses lebih rapi dan lebih terkontrol
- Membantu hardening server sebagai lapisan keamanan dasar
Apa risiko jika server tanpa firewall?
- Server bisa terlalu terbuka ke internet
- Port yang tidak perlu berpotensi tetap bisa diakses
- Lebih mudah menjadi target scanning dan probing otomatis
- Kontrol akses menjadi kurang rapi karena tidak ada pembatas dasar di level OS
Sesuai pola course ini: gunakan user deploy
Seperti lesson-lesson sebelumnya, aktivasi firewall dilakukan memakai user deploy lalu menjalankan sudo untuk command administratif.
Kapan firewall boleh di-enable?
Firewall baru boleh diaktifkan setelah rule penting selesai disiapkan, terutama:
- port SSH yang sedang benar-benar dipakai
- port 80 untuk HTTP
- port 443 untuk HTTPS
Cara mengaktifkan UFW
Login ke server sebagai deploy, lalu jalankan:
sudo ufw enable
Biasanya sistem akan menampilkan konfirmasi seperti ini:
Command may disrupt existing ssh connections. Proceed with operation (y|n)?
Kalau Anda sudah yakin port SSH yang benar sudah dibuka di lesson sebelumnya, jawab:
y
Setelah enable, cek status firewall
Setelah UFW aktif, segera cek statusnya:
sudo ufw status
Atau kalau ingin tampilan lebih detail dan bernomor:
sudo ufw status numbered
Contoh hasil yang sehat:
Status: active
To Action From
-- ------ ----
2222 ALLOW Anywhere
80 ALLOW Anywhere
443 ALLOW Anywhere
Kalau port SSH Anda bukan 2222
Sesuaikan dengan port SSH yang benar-benar sedang dipakai server Anda. Misalnya kalau Anda memakai 2203, maka port itulah yang harus sudah di-allow sebelum firewall di-enable.
Cara verifikasi setelah firewall aktif
- Pastikan
sudo ufw statusmenunjukkanStatus: active - Pastikan rule SSH, HTTP, dan HTTPS benar-benar muncul
- Jangan tutup session aktif terlalu cepat
- Coba buka session PuTTY baru untuk memastikan SSH tetap bisa dipakai
Urutan aman yang disarankan
- Login ke VPS sebagai
deploy - Pastikan rule SSH, 80, dan 443 sudah dibuat
- Cek ulang dengan
sudo ufw status - Aktifkan firewall dengan
sudo ufw enable - Cek lagi status firewall
- Test koneksi SSH di jendela baru
Kesalahan umum yang perlu dihindari
- Enable firewall sebelum membuka port SSH
- Membuka port SSH yang salah
- Tidak mengecek ulang status firewall setelah enable
- Langsung logout tanpa menguji koneksi baru
Command inti lesson ini
sudo ufw enable
sudo ufw status
sudo ufw status numbered
Kesimpulan lesson ini
Firewall berfungsi sebagai lapisan pengendali akses jaringan di VPS. Tanpa firewall, server bisa menjadi terlalu terbuka ke internet. Dengan UFW, kita bisa membatasi akses hanya ke port yang memang dibutuhkan.
Namun aktivasi firewall harus dilakukan dengan hati-hati. Pastikan rule dasar terutama port SSH sudah benar-benar siap sebelum UFW di-enable.