Install Dependency LMS
Panduan lengkap menjalankan npm install pada project frontend LMS di VPS.
Install dependency LMS
Setelah repository LMS berhasil di-clone dan folder /var/www/lms/frontend sudah ada, langkah berikutnya adalah menginstall seluruh dependency project.
Di lesson ini kita akan bahas bukan hanya command npm install, tetapi juga:
- apa sebenarnya dependency itu,
- kenapa Next.js membutuhkannya,
- di folder mana command harus dijalankan,
- cara mengecek apakah
nodedannpmsudah tersedia, - cara install jika ternyata belum ada,
- dan troubleshooting jika proses install gagal.
Apa itu dependency?
Untuk learner pemula, dependency bisa dibayangkan sebagai bahan-bahan dan alat bantu yang dibutuhkan project agar bisa dijalankan dengan normal.
Pada project LMS berbasis Next.js, dependency biasanya berisi:
- framework utama seperti
next, - library pendukung seperti
reactdanreact-dom, - package tambahan lain yang dipakai project,
- serta tools build yang dibutuhkan saat deploy.
Semua daftar dependency ini biasanya didefinisikan di file package.json.
Kenapa lesson ini penting?
Walaupun source code sudah berhasil masuk ke VPS, aplikasi belum bisa langsung dijalankan begitu saja. Server masih perlu mengunduh semua package yang dibutuhkan oleh project.
Jadi secara sederhana:
- clone repo = mengambil source code,
- npm install = mengambil semua bahan yang dibutuhkan source code itu agar bisa diproses dan dijalankan.
Posisi folder yang benar sebelum menjalankan command
Command utama lesson ini dijalankan dari folder project frontend:
cd /var/www/lms/frontend
Untuk memastikan Anda benar-benar sedang berada di folder yang tepat, cek dengan:
pwd
Output yang diharapkan:
/var/www/lms/frontend
Kalau belum berada di situ, pindah dulu ke folder tersebut sebelum melanjutkan.
npm install dijalankan di folder yang berisi package.json, yaitu /var/www/lms/frontend. Jangan jalankan dari /var/www/lms jika file package.json ada di dalam folder frontend.
Langkah 1: pastikan folder frontend memang sudah ada
Sebelum install dependency, cek dulu apakah folder project hasil clone memang ada:
ls -la /var/www/lms
ls -la /var/www/lms/frontend
Kalau folder /var/www/lms/frontend belum ada, berarti Anda belum bisa lanjut ke lesson ini. Selesaikan dulu lesson clone repo sebelumnya.
Langkah 2: cek apakah file package.json ada
Masuk ke folder frontend lalu cek isi project:
cd /var/www/lms/frontend
ls -la
Pastikan ada file seperti:
package.jsonpackage-lock.jsonatau lock file sejenis- folder source project seperti
src,public, dan lain-lain
Kalau package.json tidak ada, maka npm install tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Langkah 3: cek status Node.js dan npm
Sebelum memakai command baru seperti npm install, kita perlu memastikan bahwa runtime Node.js dan npm memang sudah tersedia di VPS.
Jalankan dari mana saja boleh, tetapi agar konsisten dengan workflow lesson ini, Anda bisa menjalankannya dari folder project:
cd /var/www/lms/frontend
node -v
npm -v
command -v node
command -v npm
Interpretasinya:
- Kalau
node -vmenampilkan versi, berarti Node.js sudah ada. - Kalau
npm -vmenampilkan versi, berarti npm juga sudah ada. - Kalau
command -vmengembalikan path seperti/usr/bin/nodeatau/usr/bin/npm, berarti command tersedia di sistem.
Kalau node atau npm belum ada
Kalau salah satu command gagal atau muncul error seperti command not found, install dulu Node.js LTS.
Command install ini bisa dijalankan dari folder mana saja karena sifatnya adalah instalasi sistem. Agar aman, jalankan dari home user deploy atau tetap dari session biasa Anda:
curl -fsSL https://deb.nodesource.com/setup_22.x | sudo -E bash -
sudo apt install nodejs -y
Kalau curl belum ada, install dulu:
sudo apt update
sudo apt install curl -y
Setelah instalasi selesai, cek ulang:
node -v
npm -v
Langkah 4: jalankan npm install di folder frontend
Kalau semua syarat sudah siap, masuk ke folder project lalu jalankan:
cd /var/www/lms/frontend
npm install
Command ini akan membaca package.json, lalu mengunduh seluruh dependency yang dibutuhkan project LMS Anda.
Setelah berhasil, biasanya akan terbentuk folder:
node_modules
Anda bisa verifikasi dengan:
cd /var/www/lms/frontend
ls -la
ls -ld node_modules
Apa yang dilakukan npm install di balik layar?
Untuk learner yang lebih advanced, secara umum npm install akan:
- membaca dependency dari
package.json, - mengacu ke lock file jika ada,
- mengunduh package yang diperlukan,
- menyusun folder
node_modules, - dan menyiapkan project agar bisa dibuild.
Kapan npm install dijalankan?
Dalam workflow normal, npm install biasanya dijalankan:
- saat project pertama kali selesai di-clone,
- saat ada perubahan dependency di
package.jsonatau lock file, - atau saat environment baru perlu menyiapkan ulang dependency project.
Kalau tidak ada perubahan dependency, Anda tidak harus menjalankannya berulang-ulang tanpa alasan.
Troubleshooting yang paling sering terjadi
1. Error: npm: command not found
Artinya npm belum ada atau instalasi Node.js belum benar.
Solusi:
node -v
npm -v
curl -fsSL https://deb.nodesource.com/setup_22.x | sudo -E bash -
sudo apt install nodejs -y
2. Error: node: command not found
Artinya runtime Node.js belum tersedia.
Solusinya sama: install Node.js LTS terlebih dahulu, lalu verifikasi ulang.
3. Error: package.json not found
Biasanya ini terjadi karena command dijalankan di folder yang salah.
Cek folder aktif:
pwd
ls -la
Kalau ternyata Anda belum berada di /var/www/lms/frontend, pindah dulu:
cd /var/www/lms/frontend
4. Error: EACCES / permission denied saat npm install
Biasanya owner folder tidak sesuai atau folder project bukan milik user deploy.
Cek ownership:
ls -ld /var/www/lms
ls -ld /var/www/lms/frontend
Kalau perlu, perbaiki dengan:
sudo chown -R deploy:deploy /var/www/lms
Lalu ulangi:
cd /var/www/lms/frontend
npm install
5. Install sangat lama atau seperti berhenti
Sering kali ini terkait koneksi internet VPS yang lambat atau repository package yang sedang lambat diakses.
Anda bisa cek koneksi dasar misalnya dengan:
ping -c 4 registry.npmjs.org
6. Ada warning dependency
Tidak semua warning berarti gagal. Fokus dulu apakah proses install benar-benar selesai dan prompt terminal kembali normal tanpa status error fatal.
7. Error karena lock file atau sisa install sebelumnya
Untuk learner expert, kadang ada kasus dependency bentrok atau sisa install lama. Salah satu langkah yang biasa dipakai adalah membersihkan dependency lalu install ulang:
cd /var/www/lms/frontend
rm -rf node_modules
rm -f package-lock.json
npm install
Catatan: langkah ini sebaiknya dilakukan dengan sadar, terutama jika project Anda memang mengandalkan lock file tertentu.
Verifikasi akhir setelah install
Setelah npm install selesai, cek beberapa hal berikut:
cd /var/www/lms/frontend
ls -ld node_modules
npm list --depth=0
Untuk pemula, tidak perlu memahami semua isi output npm list. Cukup tahu bahwa command tersebut membantu memastikan package utama memang sudah terpasang.
Versi video
Kalau ingin melihat materi pendamping dalam bentuk video, putar video berikut:
deploy berada di folder /var/www/lms/frontend, node dan npm tersedia, npm install berhasil dijalankan, dan project siap masuk ke tahap build production.
Ringkasan alur aman
cd /var/www/lms/frontend
pwd
ls -la
node -v
npm -v
command -v node
command -v npm
npm install
ls -ld node_modules
Kesimpulan lesson ini
npm install adalah langkah yang mengubah source code hasil clone menjadi project yang benar-benar siap diproses di server.
Tanpa dependency yang terinstall, LMS belum bisa dibuild dan belum bisa dijalankan sebagai aplikasi live. Karena itu, lesson ini adalah jembatan penting antara tahap clone source code dan tahap build production.