Workflow PuTTY ke VPS
Panduan konsep koneksi awal menggunakan PuTTY.
Akses server dengan PuTTY
Dari Windows, kita bisa memakai PuTTY untuk login ke VPS melalui SSH. Pastikan kita memiliki IP VPS, username, password atau private key, serta port SSH yang benar.
Apa yang harus diisi di PuTTY Configuration?
Sebelum klik tombol Open, perhatikan beberapa field penting di layar konfigurasi PuTTY berikut:
- Host Name (or IP address) → isi dengan IP public VPS Anda.
- Port → biasanya
22jika masih memakai port SSH default. - Connection type → pilih SSH.

Contoh tampilan awal PuTTY Configuration. Masukkan IP VPS pada Host Name, pastikan Port benar, lalu pilih SSH sebelum klik Open.
Urutan login singkat
- Buka aplikasi PuTTY.
- Masukkan IP VPS pada field Host Name (or IP address).
- Pastikan Port sesuai, biasanya
22. - Pilih SSH pada Connection type.
- Klik Open.
- Masukkan username server, biasanya
rootuntuk login pertama. - Masukkan password server saat diminta.
Jika semua benar, Anda akan masuk ke terminal Ubuntu VPS dan siap menjalankan command Linux dari Windows.
Menyimpan session di PuTTY agar tidak ketik IP berulang kali
Selain dipakai untuk login manual, PuTTY juga punya fitur built-in yang sangat membantu, yaitu Saved Sessions. Fitur ini memungkinkan kita menyimpan konfigurasi koneksi server, sehingga pada login berikutnya kita tidak perlu mengetik ulang IP, port, atau setting lain dari awal.
Untuk workflow LMS seperti course ini, fitur Saved Sessions sangat berguna karena kita akan berkali-kali masuk ke VPS yang sama.
Tutorial step-by-step menyimpan host di PuTTY
- Buka PuTTY
Jalankan aplikasi PuTTY seperti biasa sampai muncul layar PuTTY Configuration. - Isi Host Name / IP Address
Pada bagian Host Name (or IP address), isi dengan IP VPS Anda, misalnya103.xxx.xxx.xxx. - Pastikan port benar
Biarkan port default22jika masih memakai SSH standar. - Beri nama session
Pada bagian Saved Sessions, isi nama bebas yang mudah diingat, misalnyaVPS-LMS,Server-Odoo, atauProduction-Server. - Klik tombol Save
Setelah nama session diisi, klik Save. Jika berhasil, nama session akan muncul di daftar bawahnya.
Cara menggunakan kembali session yang sudah disimpan
Saat nanti Anda ingin login lagi ke server yang sama, langkahnya jauh lebih cepat:
- Buka PuTTY.
- Klik nama session yang sudah tersimpan, misalnya
VPS-LMS. - Klik tombol Load.
- Klik tombol Open.
Dengan cara ini, Anda tidak perlu mengetik IP VPS lagi setiap kali ingin masuk ke server.
Tips pro: simpan username juga
Kalau ingin lebih nyaman, Anda bisa menyimpan username default di session yang sama.
- Buka menu Connection > Data.
- Isi field Auto-login username dengan username server, misalnya
rootataudeploy. - Kembali ke menu Session.
- Pilih nama session Anda.
- Klik Save lagi.
Setelah itu, PuTTY akan otomatis menyiapkan username saat session dibuka.
Tips pro: simpan private key jika memakai SSH key
Kalau server Anda memakai SSH key, session PuTTY juga bisa menyimpan referensi file private key.
- Buka menu Connection > SSH > Auth.
- Load file private key
.ppk. - Kembali ke menu Session.
- Pilih nama session Anda.
- Klik Save lagi.
Dengan begitu, session PuTTY Anda menjadi lebih lengkap dan siap dipakai ulang.
Kalau ingin mengubah atau update session
Kalau suatu saat Anda ingin mengubah nama host, port, username, atau key, Anda tidak perlu membuat session baru dari nol. Cukup:
- Pilih session yang sudah ada
- Klik Load
- Lakukan perubahan yang diperlukan
- Klik Save lagi
Ini akan menimpa session lama dengan konfigurasi terbaru.
Insight penting tentang Saved Sessions
Saved Sessions di PuTTY sangat membantu karena:
- lebih cepat untuk workflow harian,
- mengurangi risiko salah ketik IP atau port,
- tetap tersimpan walaupun Windows direstart,
- dan sangat cocok untuk server yang sering diakses seperti VPS LMS.
Secara umum, konfigurasi ini tersimpan di Windows. Jadi session tetap ada setelah restart, tetapi tidak otomatis ikut pindah ke PC lain.
Contoh nama session yang rapi
VPS-LMSLMS-ProductionUbuntu-LMS-Deploy
Pakai nama yang jelas agar nanti Anda tidak bingung saat punya lebih dari satu server.
Rekomendasi untuk course ini
Untuk project From Localhost to Live LMS, sangat disarankan Anda langsung menyimpan session PuTTY dengan nama seperti VPS-LMS. Session ini nanti akan terus dipakai saat update package, membuat user deploy, install Nginx, setup SSL, sampai menjalankan PM2.
Kesimpulan lesson ini
PuTTY bukan hanya dipakai untuk login sekali lalu selesai. Dengan fitur Saved Sessions, workflow akses VPS menjadi jauh lebih rapi, cepat, dan nyaman. Jadi setelah berhasil login pertama, biasakan langsung simpan session agar pekerjaan deploy LMS terasa lebih smooth.